Minggu, 29 November 2015

BERBUAT KEBAIKAN TANPA PAMRIH SEBAGAI RASA UCAPAN SYUKUR


MATA KULIAH RELIGIUSITAS DENGAN DOSEN PEMBIMBING BAPAK GREGORIUS DARU WIJOYOKO.
YUNITA DWI YURISTANTYO D.P
15.E1.0143
UNIKA SOEGIJAPRANATA

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam hidup dimasyarakat kita harus saling tolong-menolong dengan sesama kita tanpa pandang bulu. Kita sebagai orang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita harus selalu bersyukur dengan semua itu. Salahsatu cara kita bersyukur adalah dengan kita berbuat kebaikan tanpa pamrih, yaitu memberi sebagian yang kita punya untuk sesama kita yang kurang mampu.
Dari hal itu, saya belajar untuk melakukan hal yang sederhana bersama teman-teman saya. Berikut adalah beberapa proyek kebaikan yang saya lakukan dengan sesama.
Proyek kebaikan pertama yang kami lakukan yaitu dengan memberikan sarapan bagi mereka yang kurang mampu. Kami juga melandasi perbuatan kami dengan ayat alkitab yaitu 2 korintus 9:7 yang berbunyi “Hendaklah masing-masing memberi dengan kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang dengan sukacita.” dan  Terinspirasi dari tema Purwokerto Diocesse Youth Day (PDYD) 2015 yaitu “Diberkati Untuk Berbagi”, kami sebagai orang yang diberkati oleh Tuhan, memutuskan untuk berbagi sebagian dari rejeki yang kami punya kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.





selanjutnya kami juga melakukan proyek kebaikan dengan mengajar di sebuah TK, kami pun mengajar dengan berlandaskan ayat alkitab Lukas 18 : 16-17 Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah, Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa tidak meyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya”

 dan juga ayat suci Alquran “ Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia.” ( QS. Al Kahfi: 46) karena dalam kelompok kami kami berbeda agama. namun, hal itu tidak menyurutkan niat baik kami. TK yang kami ajarpun adalah sebuah TK muslim, walaupun sebagian dari kami adalah non-muslim kami tetap merasa bahagia bisa mengajar anak-anak disana.








selanjutkan kami melakukan juga tugas bersama teman kami yang seiman. karena salahsatu teman kami sedang sakit, tanpa berpikir panjang proyek kebaikan kami dengan menjenguk teman kami yang sakit dan mendoakannya agar lekas sembuh.









Dari proyek kebaikan yang kami lakukan ini, saya belajar banyak hal tentang betapa beruntungnya kita yang masih bisa mencukupi dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, kita juga masih bisa punya waktu untuk jalan-jalan, tapi diluar sana banyak orang yang harus bekerja keras hanya untuk makan hari itu juga, dan kadang kita yang bercukupan masih mengeluh. dari situ juga saya belajar untuk selalu mengucap syukur. juga, saya belajar bahwa setiap agama akan bisa hidup rukun dengan sesama kita yang berbeda agama dengan cara kita bisa terbuka satu sama lain sehingga akan menimbulkan damai dan kehidupan yang rukun.
semoga dari proyek kebaikan yang telah saya lakukan bersama teman-teman saya dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dan juga menggugah kita untuk terus bersyukur walaupun saya tahu, bersyukur memang bukan hal yang mudah.



Rabu, 18 November 2015

MENERIMA PERBEDAAN UNTUK MEWUJUDKAN KEBERSAMAAN


MATA KULIAH RELIGIUSITAS DENGAN DOSEN PEMBIMBING BAPAK GREGORIUS DARU WIJOYOKO.
YUNITA DWI YURISTANTYO D.P
15.E1.0143
UNIKA SOEGIJAPRANATA




Kehidupan manusia tak akan lepas dengan agama. Termasuk juga negara kita, Indonesia yang sangat kental dengan hal-hal yang menyangkut tentang agama. Bahkan agama, juga bisa menjadi sebuah tradisi/kebudayaan seperti yang bisa kita lihat di Bali. Jika kita sedang berada di Bali, maka nuasansa dan suasana disana akan terlihat sakral dengan adanya acara-acara adat dan juga hampir semua tempat memiliki pura yang menunjukkan kuatnya agama hindu disana. Di negara kita, ada 5 negara yang secara sah diakui oleh negara yaitu Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu. Dengan adanya perbedaan agama ini,  orang-orang secara otomatis akan mengkotak-kotakan perbedaan. Dengan adanya sikap seperti itu maka tak heran jika hal yang menyangkut tentang agama akan menjadi besar masalahnya dan menimbulkan konfik yang berkelanjutan.


Di samping hal tersebut kita bisa menerapkan kembali semboyan Indonesia  “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Dengan kita menerapkan semboyan kita maka kita akan belajar menghargai dan menghormati perbedaan dan membuat kita bisa menerima perbedaan tersebut dan membuat kita bisa hidup berdampingan dengan damai dan nyaman. Indonesia adalah negara yang kaya akan suku, budaya, pulau, dan bahasa. Namun, disatukan dengan bahasa nasional bahasa indonesia yang membuat kita bisa berinteraksi dengan yang lain. Begitu pula dengan agama, dengan adaya perbedaan agama di Indonesia dapat di persatukan dengan adanya kesadaran manusia itu terhadap perbedaan dan bisa menghargai serta menghormati agama yang satu dengan lain.


Seperti pengalaman saya saat saya masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP), saya mengikuti sebuah acara live in yang anggota atau pesertanya adalah remaja-remaja yang dengan 5 agama yang ada di Indonesia. Kami di bagi menjadi beberapa kelompok dimana satu kelompok berbeda-beda agama, saat kami tinggal di rumah warga kami juga tinggal dengan kelompok kami yang berbeda agama. Disana merupakan pembelajaran bagi saya dimana banyaknya perbedaan diantara kami, mulai dari cara berdoa sebelum makan dan sebelum tidur, cara beribadah dan mash banyak lagi. Disitu saya belajar untuk memahami, menerima, menghormati dan menghargai perbedaan. Setelah semua itu saya pelajari , kami bisa merasa nyaman tinggal disana bersama walaupun hanya 3 hari. Dalam setiap acara yang diadakanpun kami bisa kompak dan mudah untuk bekerjasama.

Dari pengalaman yang saya alami ini, saya berharap kita sebagai warga negara Indonesia yang kaya akan suku, bahasa, budaya, juga agama bisa menghargai ada perbedaan tersebut sehingga tercipta rasa nyaman dalam berinteraksi satu sama lain. Karena jika rasa it tertanam di dalam diri setiap individu maka persatuan di Indonesia akan terwujud dan akan tercipta pula kebersamaan yang Indah dan damai.

Dalam agama kristen juga dijelaskan indahnya kebersamaan yang terdapat dalam kitab ibrani 10:24 "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perkerjaan baik." serta dalam kitab roma ayat 14:19 " Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun" dari kedua ayat tersebut bisa kita tahu bahwa penting dan indahnya kebersamaan. Kebersamaan itu merupakan dasar sebuah kasih yang akan mendatangkan damai sejahtera bagi kita semua dan berguna untuk saling membangun bukan untuk saling menyakiti satu sama lain.

Senin, 26 Oktober 2015

CINTA KASIH YANG MEMBERI DAMAI SEJAHTERA


Nama : Yunita Dwi Y.D.P
NIM : 15.E1.0143
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru Wijoyoko


Matius 22 : 37-39 " Jawab Yesus kepadanya : Kasihilah Tuhan,Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama engan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa dalam iman kristen terdapat hukum kasih. hukum yang pertama adalah dengan kita mengasihi Tuhan kita yang merupakan hukum yang terutama dan yang pertama. itu menunjukkan bahwa dasar dari segala hal ini didasarkan kepada Tuhan. Dengan kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap akal budi maka kehidupan kita akan lebih seimbang antara kepecayaan dan ilmu pengetahuan. karena dasar dari ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu Tuhan seperti yang tertulis dalam Amsal 17:7 " Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan." dari hal itu kita bisa mengetahui bahwa segala sesuatu itu didasarkan pada Tuhan termasuk akal budi sekalipun. begitu pula dengan hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Maksudnya yaitu, setelah kita melakukan hukum yang pertama, maka dengan cinta kasih kepada Tuhan, kita akan belajar tentang apa itu bersyukur. kita akan bersyukur tentang berkat yang Tuhan limpahkan untuk kita, kita juga akan lebih mudah menghargai diri kita. dari hal itu, kita akan mudah melakukan hukum yang kedua yaitu kasihilah sesama mu manusia seperti dirimu sendiri. dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa setelah kita mengasihi Tuhan kita juga akan menghargai diri kita dengan baik. dengan kita menghargai diri dengan baik maka dalam kita mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri juga akan mudah. dari ayat tersebut akan menimbulkan rasa bersyukur, menghargai dan tentu dengan kita dapat mengasihi sesama kita maka akan timbul damai sejahtera dalam kita hidup berdampingan dengan sesama kita. Sesama kita adalah semua orang yang berada di bumi.
di Indonesia terkenal dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu" maka dapat dilihat dengan kita mengasihi Tuhan kita juga bisa mengasihi manusia, dan akhirnya akan menimbulkan adanya damai sejahtera. begitu pula di Indonesia, berbagai macam suku, budaya, tradisi, bahasa dan juga agama. Dengan kita mengasihi Tuhan kita dan sesama kita seperti diri kita sendiri maka, dengan adanya banyak perbedaan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, kita harus memiliki cinta kasih kepada siapapun. Karena dengan adanya cinta kasih maka damai sejahtera juga akan tercipta. Cinta kasih yang dimaksud bukan hanya untuk pacar saja, tetapi untuk semua orang. Amin, Tuhan Yesus memberkati. (YUNITA DWI Y.D.P)